Jalan Santai Ternyata Bermanfaat Bagi Kesehatan Jantung

Jalan Santai Ternyata Bermanfaat Bagi Kesehatan Jantung

Apakah memiliki penyakit jantung membatasi seseorang untuk berolahraga? Pemikiran demikian tidak tepat. Sebenarnya penyakit jantung bukanlah sebuah hambatan atau sesuatu yang membuat seseorang merasa menderita. Justru dengan mengalami penyakit jantung, seseorang perlu mengingat bahwa olahraga merupakan hal yang penting untuk dilakukan.

Olahraga yang dapat dilakukan oleh pengidap penyakit jantung adalah jenis olahraga ringan yang tidak memerlukan aktivitas yang berlebih. Orang dengan penyakit jantung tetap harus bergerak agar tubuhnya senantiasa sehat. Jika Anda mengalami penyakit jantung, Anda tetap bisa berolahraga misalnya dengan berjalan santai.

Jalan santai memiliki banyak manfaat bagi pasien penyakit jantung. Mengutip dari Indiatimes, orang dengan penyakit jantung tetap harus melakukan aktivitas ringan seperti berdiri atau jalan santai dengan durasi yang cukup setelah duduk di depan komputer atau setelah menonton televisi.

Sebuah penelitian mengenai jalan kaki bagi para pasien penyakit jantung yang diungkapkan oleh Canadian Cardiovascular Congress 2018. Mereka melakukan sebuah penelitian dengan mengukur berapa gerakan, dalam durasi berapa, yang diperlukan untuk memproduksi 770 kilokalori (kkal).

Studi mereka menunjukkan bahwa pasien penyakit jantung harus menghentikan waktu tidak aktif setiap 20 menit, dan aktivitas fisik ringan selama 7 menit. Kegiatan sederhana yang bisa dilakukan misalnya berdiri dan jalan santai secara rutin. Orang dengan penyakit jantung bukan alasan untuk tidak melakukan kegiatan sama sekali ya. Justru menurut hasil penelitian tersebut, pasien yang tidak aktif bergerak dalam waktu yang lama bisa mempersingkat hidup. Namun dengan melakukan kegiatan aktif di sela-sela waktu dapat mengurangi risikonya.

Hingga kini, penyakit jantung masih menjadi momok yang menakutkan bagi setiap orang. Ditambah fakta bahwa sakit jantung merupakan sakit paling berbahaya dan mematikan di dunia. Penyakit ini bisa menyerang siapa saja tanpa terkecuali, baik tua maupun muda. Namun risiko ini bisa dikurangi dengan menerapkan pola hidup, pola makan dan olahraga yang tepat.

Dilansir dari laman mirror.co.uk, risiko penyakit jantung bisa diatasi dengan cara melakukan hidup sehat dan olahraga yang cukup secara teratur dan konsisten. Jalan santai selama 20-22 menit setiap harinya diyakini bisa menurunkan risiko penyakit berbahaya ini. Jalan santai adalah olahraga paling sederhana yang bisa dilakukan untuk meminimalisir risiko jantung.

Penelitian lain yang dipublikasikan di Journal of Sports Medicine, olahraga jalan kaki atau jogging sedikitnya berdurasi 22 menit per hari bisa mencegah penyakit jantung hingga 50 persen. Tidak hanya mencegah penyakit jantung, bahkan aktivitas ini juga dapat mengatasi masalah kesehatan lainnya seperti diabetes, obesitas, kanker hingga stroke. 

Dokter ahli jantung mengatakan bahwa untuk bisa menekan risiko penyakit jantung, yang bisa dilakukan adalah jalan kaki atau lari. Dengan menjalani aktivitas tersebut selama beberapa waktu, terbukti dapat menurunkan kadar lemak dalam tubuh, membunuh sel penyebab serangan jantung dan berfungsi untuk menyehatkan tubuh. Selain itu jalan kaki juga baik bagi kelancaran peredaran darah dalam tubuh.

Para ahli jantung menyarankan untuk selalu berjalan santai sedikitnya 22 menit dalam sehari. Ditambah dengan konsumsi buah, sayur dan makanan rendah lemak untuk mencegah penyakit jantung. Karena penyakit jantung biasanya disebabkan oleh penumpukan kolesterol dan material lainnya seperti kalsium serta fibrin yang membentuk sumbatan atau plak di pembuluh darah arteri maka sangat disarankan untuk selalu aktif bergerak.

Hal yang perlu Anda ingat, yakni lakukanlah pemanasan dan pendinginan saat sebelum dan sesudah jalan sehat atau jogging. Untuk pemanasan, Anda bisa langsung mulai berjalan dalam kecepatan yang rendah. Mulai secara perlahan dan tingkatkan kecepatan secara bertahap. Untuk mengakhiri sesi jalan santai, kurangi kecepatan berjalan kaki secara bertahap hingga berhenti. Setelah pendinginan, Anda bisa menambahkan gerakan pereganga untuk melemaskan otot betis dan paha.

Untuk mendapatkan manfaat jalan santai secara optimal, sebaiknya Anda mencatat durasi dan frekuensi jalan santai yang tepat. Bagaimana caranya? Ukuran intensitas sedang kira-kira Anda masih bisa berbicara atau mengobrol sambil berjalan. Namun jika napas sudah tersengal-sengal dan sekiranya Anda sudah tidak bisa lagi mengobrol atau bernyanyi dengan lancar.

Untuk mengukur durasi jalan kaki, Anda bisa menggunakan jarak. Ketika sudah berjalan santai selama kurang lebih 22 menit, jarak yang ditempuh seharusnya mencapai 2,5 hingga 3,3 km. Manfaatkan juga pedometer untuk menghitung jumlah langkah kaki Anda. Berjalan santai selama 22 menit akan setara dengan kurang lebih 2200 sampai 3700 langkah. 

Bahkan seiring adanya kemajuan teknologi, Anda bisa memanfaatkan aplikasi khusus penghitung langkah dan jarak pada ponsel atau menggunakan jam tangan pintar yang sudah dilengkapi dengan fitur penghitung langkah dan detak jantung. Dengan cara ini, proses perhitungan menjadi lebih praktis dan mudah. 

Selain disarankan untuk berolahraga, makan makanan sehat, faktor penting yang tidak boleh dilupakan adalah bebaskan pikiran Anda dari stres. Perasaan bahagia, nyaman dan jauh dari beban akan berpengaruh pada kesehatan tubuh Anda secara keseluruhan. Semoga informasi ini dapat berguna bagi Anda agar senantiasa berolahraga dan istirahat dengan porsi yang cukup.

Top